Sumut

Muswil III FORHATI Sumut Jadi Momentum Besar Penguatan Peran Strategis Perempuan

post-img
Foto : Musyawarah Wilayah (Muswil) III FORHATI Sumatera Utara yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Parapat

LDberita.id - Parapat, Musyawarah Wilayah (Muswil) III FORHATI Sumatera Utara yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Parapat menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan arah baru kepemimpinan perempuan alumni HMI di Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, demokratis, dan kekeluargaan ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 Majelis Daerah FORHATI se-Sumatera Utara, di Parapat. Minggu (10/5/2026),

Forum tertinggi organisasi perempuan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan langkah besar FORHATI dalam menjawab tantangan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Setelah melalui rangkaian sidang pleno, musyawarah, serta proses pemilihan yang berlangsung dinamis namun tetap kondusif, forum akhirnya menetapkan tiga Presidium FORHATI Wilayah Sumatera Utara Periode 2026–2031, yakni Elva Citra Sari, SE., M.Si, Nelly Armayanti, SP., MSP, dan Dr. Rosliani, SS., M.Hum.

Terpilihnya tiga presidium ini menjadi simbol kuat bahwa FORHATI Sumut mengedepankan kepemimpinan kolektif, kolaboratif, dan inklusif dalam menjalankan roda organisasi lima tahun ke depan.

Muswil III FORHATI Sumut juga mencatat tingginya antusiasme kader dan alumni HMI Wati dalam kontestasi kepemimpinan. Sebanyak enam tokoh perempuan alumni HMI turut berkompetisi secara sehat dan demokratis, yaitu Nelly Armayanti, Elvi Mahali, Serasi Malem Sitepu, Dr. Rosliani, Prof. Pujiati, dan Elva Citra Sari.

Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa FORHATI Sumut memiliki sumber daya kader perempuan yang kuat, berkualitas, dan siap mengambil peran strategis dalam kepemimpinan organisasi maupun pembangunan masyarakat.

Presidium terpilih, Elva Citra Sari, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta Muswil atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa FORHATI Sumut menjadi organisasi yang lebih aktif, produktif, dan berdampak nyata.

“Kami akan segera menyusun kepengurusan Majelis Wilayah FORHATI Sumatera Utara Periode 2026–2031 agar roda organisasi dapat berjalan efektif, terstruktur, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. FORHATI harus hadir sebagai kekuatan intelektual dan sosial bagi perempuan serta masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Nelly Armayanti menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan ke depan tidak bisa dibangun secara individual, melainkan membutuhkan dukungan penuh seluruh alumni HMI Wati di Sumatera Utara.

Menurutnya, FORHATI harus menjadi rumah besar bersama yang mampu merangkul seluruh potensi kader perempuan, memperkuat jaringan, dan melahirkan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik.

“Kami membutuhkan dukungan seluruh alumni HMI Wati demi kesuksan kepengurusan FORHATI Sumut ke depan. FORHATI harus menjadi ruang perjuangan bersama yang melahirkan kontribusi nyata bagi perempuan, masyarakat, dan pembangunan daerah,” kata Nelly.

Senada dengan itu, Dr. Rosliani menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepengurusan yang inklusif dan representatif dengan melibatkan alumni-alumni terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Menurutnya, kekuatan FORHATI terletak pada keberagaman gagasan, pengalaman, dan kapasitas kader yang harus disatukan dalam semangat pengabdian.

“Kami akan mengikutsertakan alumni-alumni terbaik HMI Wati dari seluruh Sumatera Utara agar FORHATI semakin kuat, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Organisasi ini harus menjadi lokomotif perubahan bagi perempuan yang berdaya dan berpengaruh,” ungkap Rosliani.

Muswil III FORHATI Sumut di Parapat diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru organisasi, sekaligus mempertegas peran strategis FORHATI sebagai wadah pengembangan kepemimpinan perempuan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Utara." pungkasnya. (Roy)

Berita Terkait