Batubara

Ketua BEM STIT Batubara, Asisten I Setdakab Batubara Suda Melukai Perasaan Masyarakat Dengan Pergantian Logo Batubara

post-img
Foto : Muhammad Khairun Nizam

LDberita.id - Ketua BEM STIT Batubara Nizam minta Bupati Batubara H. Zahir mengevaluasi jabatan Asisten I setdakab Rusian Heri karena suda melukai perasaan seluruh masyarakat Batubara terkait dengan sayembara yang mau di adakan untuk pergantian Logo Pemkab Batubara, banyak masyarakat kecewa kenapa harus diganti dan kenapa harus disayembarakan sedangkan logo Batubara sejak pemekeran sudah ditetapkan dengan nuansa warna biru kuning dan beberapa makna luhur yang ada di dalamnya, ujar Nizam di lima puluh pada. Rabu (12/1/2022).

Dinamika yang terjadi ditengah masyarakat akibat wacana pemerintah yang akan mengubah logo Kabupaten Batubara ini juga tidak boleh luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Batubara, karena dari informasi yang kita dapati bahwa tidak sedikit terjadi penolakan perubahan logo tersebut, penolakan ini terjadi sebagai bukti kurangnya pendekatan sosial yang dilakukan ketua panitia Ruisan Heri yang juga selaku Asisten I Setdakab Batubara terhadap tokoh agama, tokoh pemuda dan organisasi pejuang pemekaran Kabupaten Batubara (Gemkara) dalam wacana perubahan logo tersebut.

Ketua BEM STIT Batubara mengajak masyarakat Batubara agar tetap tenang dalam melihat persoalan ini mari kita mengamati rencana dan rancangan Bupati Batubara, karna melalui proses tersebut tidaklah mudah bahwasanya, pergantian logo daerah tersebut tertuang dalam PP 77 Tahun 2007 tentang panji kebesaran dan simbol kultural bagi masyarakat daerah yang mencerminkan kekhasan daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lambang daerah berkedudukan sebagai tanda identitas daerah dan berfungsi sebagai pengikat kesatuan sosial budaya masyarakat daerah dalam NKRI.

Walaupun begitu masyarakat harus tetap tenang dalam mengikuti proses yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Batubara jangan sampai kita terlalu gegabah ingat para pejuang yang suda memperjuangkan Batubara dengan tetesan air mata serta darah sehingga Kabupaten Batubara bisa terwujud seperti sekarang ini." ungkap Muhammad Khairun Nizam. (Am)

Berita Terkait